"),default;}.quickedit{ display:none; } -->

Kamis, 19 Januari 2012

Tentang Musik


Musik adalah jemari halus yang mengetuk pintu kalbu untuk membangunkan kehangatan dari tidurnya yang lelap. Ketukan jemari itu membuat hamparan kenangan hadir kembali, setelah hilang di telan pekatnya malam. Ketukan itu membuat kenangan masa silam terbuka kembali, setelah di selubungi berbagai peristiwa yang selalu datang silih berganti.

Alunan nada nada musik adalah senandung lembut yang kerap hadir di lembah lembah imajinasi. Jika nada nada itu di lantunkan dalam melodi kesedihan, maka ia menghadirkan kenangan silam di saat gundah dan putus asa. Tapi jika di lantunkan pada saat hati senang, maka musik menghadirkan kenangan silam di saat damai dan bahagia.

Alunan nada nada musik adalah kumpulan suara kesedihan yang membuat segala kegelisahan memenuhi tulang rusuk, lalu menghadirkan seribu duka. Tapi ia juga bisa berupa susunan kata kata ceria yang segera menguasai kalbu kita, lalu menari riang disela tulang rusuk, menghadirkan seribu bahagia.

Alunan nada musik adalah bunyi petikan pada dawai, yang masuk ke pendengaran kita membawa gelombang lembut. Kadang ia mampu memaksa tetesan airmata menyeruak dari kelopak, kerana merasa gerah bagai tersulut oleh api kerinduan, tak tahan pada desakan gelisah cinta saat berpisah dengan kekasih, kerana himpitan kepedihan cinta yang luka tergores cakar cakar penantian.

Namun ia juga mempu menghadirkan simpul senyuman yang keluar perlahan dari gerakan lembut sepasang bibir indah, sebagai isyarat rasa senang bahagia. Alunan nada musik adalah nafas terakhir akalnya hati dan nafasnya jiwa.

Dipetik dari buku "Musik Dahaga Jiwa"
Oleh Khalil Gibran

Rabu, 18 Januari 2012

INDONESIA GALAU SONGS

Sedari dulu saya punya sebuah kebiasaan aneh. Saya sangat suka mendengarkan lagu-lagu galau. Seperti namanya lagu-lagu ini mempunyai lirik yang bertema seputar patah hati, teringat mantan, ataupun cinta bertepuk sebelah tangan. Bahkan saya menyusunnya dalam sebuah playlist tersendiri dalam WMP dengan nama “galau” :-/
Agak sedikit ironis memang mengingat kondisi saya sekarang yang sudah mempunyai belahan jiwa (ceile… :3) tidak seharusnya saya menyukai lagu-lagu galau tersebut. Sayangnya kebiasaan itu udah mengakar kuat. Coz menurut saya lagu-lagu mellow biasanya sangat easy listening dan bertempo lambat sehingga dapat membuat pikiran saya tenang dalam sekejap. Alhasil lagu-lagu dengan genre tersebut sangat cocok dijadikan musik pengantar tidur (sleeping)
Ini dia lagu-lagu galau yang sering saya dengarkan. Kita mulai dari lagu Indonesia dulu ya :-) Oia urutannya dibikin berdasarkan abjad nama depan penyanyi bukan berdasarkan bagus engganya coz semuanya bagus-bagus ;-)
1. Abdul & The Coffee Theory – Proses Melupakan
Ini merupakan salah satu band favorit saya. Dulunya sih sang vokalis, Abdul, hanya bernyanyi solo tanpa band pengiring. Karena dirasa kurang greget, makanya dia kemudian membentuk sebuah band. Lagu ini terdapat dalam album Lovable dan kemudian dibuat new version dalam album berikutnya, Love Theory. Dua-duanya sama bagusnya. Kalo versi aslinya cenderung menonjolkan musik band-nya sedangkan untuk new version terasa lebih lembut dengan iringan piano.
Namun yang membuatnya galau adalah lirik lagu ini sungguh nampol [sip] Sesuai judulnya, lagu ini tentang proses seseorang untuk melupakan mantan pacarnya. Bagaimana dia melewati setiap harinya agar suatu hari nanti bisa menghapus kehadiran sang mantan di hatinya. Sangat menyentuh apabila didengarkan oleh orang yang baru saja putus cinta (brokenheart)
2. Afgan – My Confession
My Confession adalah salah satu single andalan dalam album pertama Afgan. Lagu ini bercerita tentang cowok yang ngga berani nyatain cinta ke orang yang dia suka hingga akhirnya si cewek dimiliki orang lain. Galau pisan! Suara piano yang mengiringi lagu ini cukup lembut dan menenangkan sehingga membuat lagu ini sangat cocok dijadikan musik pengantar tidur (sleeping) Selain lagu ini, dalam album Confession No.1 terdapat satu lagu galau lainnya yaitu Sadis. Tentu kalian tidak asing lagi dengan yang satu ini. Sok atuh didengarkan (music_okok)
3. Agnes Monica – Rindu
Satu lagi lagu hebat yang dibawakan oleh Agnes Monica. Semenjak single “Karena Kusanggup” Agnes Monica mulai menunjukkan kehebatannya dalam menyayikan lagu balada. Penuh penjiwaan dan diiringi dengan teknik vokal yang mumpuni. Kehebatan Eros Djarot sebagai komposer lagu ini dapat kita lihat dari liriknya. Tanpa banyak mengumbar kata “rindu” atopun “kangen” kita sudah bisa menangkap makna bahwa sang gadis merindukan kehangatan dari pasangan yang lama tak didapatkannya. Galau tetapi tidak terkesan mengiba. Jadi, kesimpulannya Agnes Monica+Eros Djarot = sungguh perpaduan yang sempurna [sip]
4. Calvin Jeremy – Tetap Setia
Musisi muda satu ini ternyata ga cuma jago bikin lagu-lagu cinta tetapi juga lagu galau. Tetap Setia bercerita tentang pengharapan seorang cowok agar suatu hari bisa bersatu lagi dengan mantannya. Ironisnya, si mantan udah sama orang lain. Pedih! Makanya trus dia bilang gini, “Tetap setiaku menghitung hari, tetap setiaku kan menanti. Hingga saatnya kan tiba dia kan kembali bersamaku…” [pray] Lagu ini dibuat 2 versi yaitu orchestra & piano version. Dua-duanya bagus. Tetapi saya lebih menyukai versi piano karena kegalauannya lebih terasa (scenic)
5. Judika – Malaikat
Gelar runner up Indonesian Idol yang disandang cowok ini tentu menjadi bukti kualitas vokal yang dimilikinya telah diakui seluruh Indonesia. Dan lagu ini berhasil mengeksplorasi kualitas vokal Judika secara maksimal. Coba deh dengerin lagu ini pasti bulu kuduk kalian merinding. Bukan karena di belakang ada kunti, hehehe tapi karena saking bagusnya. Lagu ini bercerita tentang seorang cowok yang menyukai pacar orang lain. Di tengah jalan si cowok mengalami dilema besar. Apakah dia harus mengikuti bisikan setan untuk tetap bersama si gadis pujaan ataukah malaikat yang menyuruhnya meninggalkan sang gadis. Penjiwaan total yang dilakukan Judika di lagu bikin saya curiga jangan-jangan dia pernah ngalamin sendiri peristiwa serupa. Entah itu bener ato ngga, yang jelas Two thumbs up for Judika! [sip]
6. Kahitna feat Dea Mirela – Merenda Kasih
Single ini merupakan remake dari tembang lawas milik Ruth Sahanaya. Bercerita tentang cewek yang menuntut kepastian dari pasangannya. Tercermin dari salah satu liriknya, “Dia atau daku, kasih? Dapatkan cintamu” (scenic) Misalnya si pasangan tidak milih dia yasudah, elo gue END! (lmao)
Vokal Dea Mirela tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Sama seperti Judika, penjiwaan total yang dari Dea membuat makna lagu ini dapat tersampaikan dengan baik ke pendengar [sip] Tapi yang jadi pertanyaan saya, dimana Kahitna-nya? Kok cuma Dea yang nyanyi? (unsure)
7. Maliq & D’Essentials – Sampai Kapan
Sorry to say tapi Maliq & D’Essentials dapat disebut sebagai salah satu band yang sering mengeluarkan lagu-lagu bertema galau. Mulai dari Untitled, Sampai Kapan, Beri Cinta Waktu, hingga Coba Katakan. Favorit saya tentu saja adalah “Sampai Kapan”. Ehm ini lebih karena liriknya mirip pengalaman pribadi saya sih (blush)
Lagu ini sangat direkomendasikan buat kalian yang udah TTM/HTS-an lama dan ga berani nyatain perasaan. Ada kalanya perasaan cinta yang kuat menjadikan kita takut untuk memberitahukannya kepada gebetan. Takutnya malah ngga jadi ato bahkan persahabatan yang udah ada jadi hancur. Bisa berabe kan (cry) Namun akan tiba waktunya kita harus bertanya ke diri sendiri, “sampai kapan” kita akan bertahan dengan semua ketidakjelasan itu. Sudah saatnya kita berani mengambil semua resiko untuk menyatakan perasaan yang lama terpendam.
8. Raisa – Apalah (Arti Menunggu)
Raisa merupakan penyanyi baru yang diorbitkan oleh Asta RAN. Sebelumnya dia sering menyanyikan cover version dari lagu-lagu hits milik penyanyi lain di Youtube. Apalah (Arti Menunggu) adalah single kedua Raisa dalam album self titled-nya. Pasti kalian familiar dengan lagu ini coz lumayan sering diputar di radio terkemuka di kota Jogja. Lagu ini sangat cocok untuk para galauers yang telah lama menanti seseorang. Sayangnya impian tersebut buyar ketika yang dinanti ternyata tidak lagi menaruh perasaan yang sama (cry).
Kembaran saya, Meme, juga sangat menyukai lagu ini. Dia bilang liriknya sangat nampol. Oleh karena itu kami sangat merekomendasikan lagu ini sebagai galauest song of this year [sip]
9. Sentimental Reasons – Atas Sikapmu
Mungkin ngga banyak yang tahu tentang band yang satu ini, begitu pula saya :p Awal mulanya saya tahu tentang band ini gara-gara saya sangat menyukai Raditya Dika. Di bukunya tertulis bahwa dia tergabung dalam sebuah band bernama Sentimental Reasons. Langsung deh saya mencarinya di indowebster. Wow ternyata lagunya bagus-bagus termasuk lagu ini [sip] Agak ngga nyangka coz selama ini image Raditya Dika ga jauh-jauh karena lucu & konyol. Ternyata dia mempunyai sisi lain yang ditunjukkan melalui musik di band ini. Buat kalian yang menyukai lagu-lagu jazzy dengan lirik supergalau silakan dengarkan lagu ini.
10. Sheila on 7 – Mudah Saja
Ini merupakan salah satu lagu tergalau yang pernah dibawakan oleh Sheila on 7. Mungkin banyak single mereka yang bertema galau semacam “Dan”, “Waktu Yang Tepat Tuk Berpisah”, ataupun “Hujan Turun”. Namun ini yang paling nampol menurut saya. Lirik lagu ini membuat kita menyadari bahwa di setiap perpisahan bukan cuma cewek yang bisa patah hati, cowok juga. Bahkan mungkin ketika cewek udah bisa move on, si cowok masih terjebak dengan sakit hatinya.
Maafin ye kalo kalian ikut-ikutan galau setelah dengerin lagu-lagu di atas. Gak ada maksud buat menularkan kegalauan ke masyarakat luas lho… Oke, untuk mengembalikan mood, besok kita lanjutkan lagi dengan Indonesian Sweet Songs. See ya! (wave)

Selasa, 17 Januari 2012

5 PENYEBAB DUNIA MUSIK INDONESIA MEMBOSANKAN


Berikut ini merupakan fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita, yang mengakibatkan dunia musik Indonesia menjadi membosankan, antara lain :



 

Plagiat

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Di Indonesia sendiri banyak plagiator-plagiator yang tidak mengakui bahwa dirinya plagiat (meskipun banyak juga yang tidak plagiat, namun pamor mereka kalah oleh yang plagiat), baik itu penyanyi solo, group band, pengarang lagu dan banyak lagi. Mereka beralasan, hanya meng-influence aliran/genre musiknya saja, dan itu sudah menjadi satu senjata andalan bagi mereka untuk beralasan. Dan ketika salah satu penyanyi solo atau group band sukses dengan ke-plagiator-annya, maka yang lain sepertinya berlomba-lomba untuk mengikuti jejak plagiator sukses tersebut. Dan akhirnya, semakin membosankan musik Indonesia.

Note : Di sini ane tidak akan menampilkan contoh dari plagiator-plagiator tersebut, demi menjaga nama baik mereka. Mungkin dari rekan-rekan pastinya sudah tahu siapa saja dan group band mana saja yang jelas-kelas telah menjadi plagiator.

Lip-sync

Lip-sync atau lip-synch adalah istilah teknis untuk pencocokan gerakan bibir dengan suara. Dalam sebuah konser musik atau siaran langsung di televisi, lip sync merupakan hal yang kontroversial.

Di negara China, kementrian kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan tentang lip sync pada bulan Agustus 2009. Kementerian mengeluarkan kebijakan itu karena menilai bernyanyi lip sync termasuk kebohongan publik. Dan sebulan dari itu, dua penyanyi China, Starlets Yin Youcan dan Fang Ziyuan kedapatan hanya bercuap-cuap saat mereka konser di Provinsi Sichuan. Mereka di denda sekitar 80 ribu yuan atau RRp. 110 juta sekaligus menjadi korban pertama kebijakan kementrian kebudayaan. Kebijakan itu dikeluarkan karena pada tahun 2008, panitia Olimpiade Beijing melakukan tindakan kontroversial. Memasang gadis muda yang bernyanyi lip sync saat upacara pembukaan Olimpiade. Panitia beralasan tindakan itu dilakukan karena penyanyi sebenarnya tidak cukup cantik untuk ditunjukkan ke seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, lip sync menjadi sesuatu yang wajar dan pelaku nya pun sepertinya nyaman-nyaman saja (yang penting di bayar kata "mereka"). Banyak acara-acara pagelaran musik yang menggunakan "jasa" lip sync, baik itu di siarkan langsung oleh televisi maunpun tidak. Dan acara tersebut sukses menyedot penonton dan menaikkan rating acara tersebut mengakibatkan menjamurnya acara "lip sync show" di berbagai stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia. Namun, banyak juga acara-acara konser musik yang tidak menggunakan "jasa" lip sync, seperti : indiefest, soundrenalin, dan banyak lagi.

Tema Lagu Yang Sama

Dalam hal pemilihan judul lagu, hampir semua penyanyi, group musik, ataupun pencipta lagu memiliki tema yang sama. Ini membuat semakin membosankannya musik di Indonesia. Ketika seorang penyanyi atau group musik memiliki sebuah lagu yang sukses dengan tema, misalkan "selingkuh", maka dengan serempak penyanyi atau group musik yang lain membuat lagu dengan tema tersebut (meskipun tidak semua, tetapi kebanyakannya begitu). Mereka mencoba peruntungannya dengan tema lagu tersebut, meskipun dengan musik seadanya. Dan ini sangat-sangat menyedihkan.

Pemaksaan Karakter

Mungkin hanya di Indonesia saja yang memiliki aktris/aktor segala bidang. Pemain sinetron, penyanyi, pemain film layar lebar, penulis lagu, presenter, dan sebagainya bersatu dalam satu karakter. Mereka menyebutnya "Aktris/aktor Serba Bisa". Apakah dengan begitu, bisa disebut "serba bisa"? Belum tentu!. Karena banyak contoh yang memperlihatkan ke-lucu-an tersebut. Seseorang yang tidak memiliki bekal, bahkan bakat dalam dunia musik di paksakan untuk terjun kedalam dunia musik, maka yang terjadi adalah ke-lucu-an. Mereka menggunakan label keartisannya untuk mendongkrak popularitas di dunia musik. Memang itu hak mereka untuk berbuat seperti itu, tapi apakah mereka melihat hak orang lain?!. Namun, banyak juga yang asalnya terjun di dunia perfilm-an yang akhirnya hijrah ke dunia musik dan sukses.

Selain dari kalangan artis, banyak juga dari sekelompok orang yang mencoba untuk sukses di dunia musik. Dan bagi mereka yang tidak memiliki bakat dalam dunia musik, akhirnya akan tenggelam seiring dengan bermunculannya sosok-sosok yang memiliki bakat di dunia musik.

Kekuasaan Ada di Tangan Major Label

Mungkin inilah penentu seseorang atau sekelompok orang sukses atau tidaknya mereka dalam dunia musik. Dan ini merupakan fakta yang sangat jelas. Major Label-lah yang mengelola rekaman suara dan penjualannya, termasuk promosi dan perlindungan hak cipta. Mereka biasanya memiliki kontrak dengan artis-artis musik dan manajer mereka. Dan sepertinya sudah tidak perlu di jelaskan lagi, bagaimana major label - major label yang ada di Indonesia, sudah tahu sama tahu. Kekuasaan Major Label bisa sampai ke kreativitas atau improvisasi para musisi yang di kontraknya (mungkin di Indonesia saja). Dan hampir semua Major Label di Indonesia seperti itu!

Namun di luar fakta di atas, ane hanya ingin menyampaikan sedikit kritik tanpa maksud menyinggung atau melecehkan seseorang, sekelompok atau bahkan negara sendiri. Ini demi kemajuan Musik Indonesia. Dan bagi seseorang, sekelompok atau yang lainnya, yang merasa tersinggung atau tercemarkan nama baiknya, ane mohon maaf. BANGUN MUSIK INDONESIA!