"),default;}.quickedit{ display:none; } -->

Kamis, 05 Januari 2012

Music Is My Life

SIAPA tak suka mendengarkan musik? Bukan cuma musisi, abang becak pun suka. Bagi blogger dan penulis yang setiap hari stand by di depan komputer, mengetik terasa tak asyik tanpa iringan musik. Sepanjang MS Word atau OpenOffice terbuka, selama itulah alunan musik terdengar dari Winamp atau jetAudio.
Ya, musik me- mang mem- buat hidup tambah asyik. Orang cemberut bisa tersenyum karena musik, orang marah bisa mereda emosinya gara-gara musik, orang ngantuk jadi segar kembali setelah mendengarkan musik, sebaliknya orang juga bisa jadi tambah ngantuk begitu mendengar musik. Bahkan, menurut dr. Boyke, aktivitas bercinta pun bakal lebih nikmat dan bergairah bila diiringi musik.

 Satu-satunya yang tidak asyik dari musik adalah, untuk mendengar musik kita musti membeli album. Kok tidak asyik? Ada dua alasan kenapa membeli album musik jadi tak asyik.

 
Maher Zain, tak semua lagu dalam albumnya enak didengar.Pertama, harga album baru tergolong mahal. Harga kaset saja rata-rata Rp25.000/keping, apalagi yang berbentuk CD/DVD. Ini album musisi lokal lho, harga album musisi manca lebih mahal lagi. Bagi penyuka musik dari golongan ekonomi menengah ke atas mungkin tak ada masalah. Tapi bagi masyarakat bawah uang Rp25.000 begitu berarti. Daripada untuk beli album mending untuk makan. Musisi tak bisa mengabaikan pembeli dari golongan bawah karena jumlah mereka jauh lebih banyak. Sialnya, harga album tak bisa ditekan lebih rendah karena biaya produksinya memang tinggi.

Kedua, tak semua lagu dalam album tersebut disukai pembeli. Contoh, dari 13 lagu dalam album No Baggage-nya Dolores O’Riordan (2009), saya cuma suka sekitar 5-6 lagu. Bagaimana dengan lagu-lagu lainnya yang tak saya sukai? Mau dibuang sayang, tapi disimpan terus juga percuma orang saya tak suka. Bagi pembeli tentu saja ini pemborosan.

Sulit sekali menjumpai sebuah album yang lagunya enak semua. Legenda musik dunia seperti The Beatles, The Rolling Stone, atau legenda musik lokal macam Koes Plus sekalipun tak semua lagunya enak didengar. Penyebabnya tak selalu soal kreativitas musisi, tapi juga strategi pemasaran dari label yang menaunginya. Kalau ada musisi yang bisa menciptakan 10 atau 12 lagu enak, tak mungkin produser merekam semuanya dalam satu album. Akan lebih menguntungkan jika lagu-lagu tersebut dipecah menjadi 2-3 album. Inilah sebabnya mengapa dari 10-12 lagu dalam sebuah album, pasti ada beberapa yang tidak kita sukai.

Nah, karena tak mau membeli kucing dalam karung, penikmat musik lebih memilih mengunduh lagu-lagu yang ia sukai di internet ketimbang membeli album utuh. Daripada beli album tapi ternyata lagunya banyak tak disukai, bukankah lebih baik mengunduh lagu yang disukai di internet? Apalagi kalau gratis!

 Pembajak Online
Ya, saat tren berbagi via internet semakin mewabah seperti sekarang, aksi bagi-bagi file musik dapat dengan mudah dilakukan. Coba saja cari judul lagu yang Bung sukai di Google, maka halaman hasil pencarian bakal menampilkan banyak sekali situs yang menawarkan file lagu tersebut. Baik situs yang dikelola orang luar negeri, maupun situs milik webmaster lokal. Yang lebih menggiurkan, kita dapat mengunduh lagu-lagu tersebut secara gratis tis.

Ini tentu saja menguntungkan penikmat musik. Bayangkan saja, begitu sebuah lagu dirilis, ketika itu juga versi mp3-nya beredar luas di internet. Siapa saja dan di mana saja bebas mengunduhnya kapan saja. Mau pakai handphone bisa, pakai laptop atau PC apalagi. Tak heran jika pembajakan lewat internet jauh lebih mengerikan dibanding pembajakan konvensional.

Semakin mudah dan murahnya akses internet membuat aksi pembajakan online kian meluas hingga ke daerah-daerah pelosok. Tindakan yang melanggar hak cipta ini tentu saja merugikan musisi. Bila lagu sang musisi bisa diperoleh secara gratis di internet, mengapa harus membeli albumnya? Akibatnya penjualan album musisi tersebut tidak maksimal. Padahal besarnya pendapatan musisi berbanding lurus dengan jumlah penjualan albumnya di pasaran.

"Mohon Saran Dan Komentarnya , Lihat Hal Yang Baik Jangan Buruk"
                                        "Terima Kasih"

5 komentar: